Blogroll

Opini:MenjadiI Caleg Terkenal di Daerah Pilihan (Dimuat SKM Aspirasi Rakyat, edisi 9, (Maret 2009)

OLEH: ARMANAWI (* Menjadi orang terkenal di daerah pilihan merupakan harapan setiap calon legislatif (caleg) agar dapat merebut mangsa pilihan. Seiring dengan keterbukaan demokrasi di tanah air bahwa sampai saat ini jumlah partai politik yang akan bertarung pada april 2009 ini berjumlah 44 partai politik yang lolos vedfikasi dari Departemen Hukum dan HAM, termasuk diantaranya enam partai politik lokal di Aceh. Jumlah partai jamak ini menjadi kompetisi antar partai politik, yang memungkinkan rakyat bebas menentukan pilihan politiknya sebagai ciri dari kemajuan kehidupan demokrasi di tanah air. Kini, semua orang, siapa saja bisa dengan mudah dapat terlibat di dalam Aktifitas-aktifitas politik tidak peduli latar belakang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budayanya. Kualitas caleg dalam suatu partai menjadi harga jual kepada masyarakat. Pada partai jamak, positifnya bahwa tidak ada satupun ideologi atau kekuatan politik yang betul-betul dominan dan monopolis dalam kancah kehidupan politik di Indonesia. Juga tidak ada lagi konkstruksi kekuasaan hegemonik yang dapat diperalat untuk mengawal dan melindungi ideologi atau kekuatan politik tertentu. Bahwa masing-¬masing ideologi dan kekuatan politik barsaing mendapatkan pengaruh kepada pilihan. Kompetensi kualitas caleg rawan terhadap konflik antar partai bahkan tingkat internal partai yang berujung kepada nomor urut pilihan. perang statement antar elit politik, kampanye provokatif dan cenderung menjatuhkan, Massa pendukung dan partisipan parpol yang mudah terpicu provokasi pada masyarakat awam. Kompetisi caleg pada partai politik tertentu bukan sekadar perebutan posisi dan kursi, tapi bagaimana membangun sebuah mekanisme keterwakilan caleg dari partai tertentu dapat mambangun rakyat dari beragam kepentingan politik tersebut secara fair, menghindari konflik antar caleg dan partai. Sebaliknya bagaimana bisa menghantarkannya sebagai keterwakilan rakyatnya. Sehingga, akan ada proses-proses asosiasi, kompromi antar parti politik, memikirkan kepentingan rakyat. Wakil rakyat pada dasarnya adalah orang yang seharusnya mampu mengambil kebijakan atas semua kepentingan rakyat—bukan atas nama pribadi atau partainya-- Dalam hal ini, masa kampanye yang hanya tinggal beberapa hari lagi, maka peran caleg dan kiat kampanye perlu menjadi pertimbangan. Perannya caleg di berbagai aktivitas yang memungkikan dapat diingat oleh pemilih karena pengaruhnya, tindakannya perannya atau lainya. Peran Caleg Peran caleg pada dasarnya adalah utusan representative (keterwakilan) masyarakat, sehingga perannya dipertaruhkan dalam mengurus kepentingan masyarakat. (1) C=Cermati kebutuhan dan harapan pemilih/masyarakat, kemudian apa solusi dalam kampanye agar tertampung kebutuhan pemilih secara umum, (2) A=Andalkan potensi masyarakat sebagai bahan (motor) kampanye dan punya komitmen untuk memperjuangkan masyarakat di berbagai lapisan. (3) L=Layani setiap keluhan masyarakat dan memberi alternatif dari segala permasalahan. (4) E=Entity (keberadaan) sewajarnya keberadaan caleg/kandidat berada di tengah-tengah masyarakat mampu mengarahkan masyarakat bersama-sama memperjuangkan aspirasi rakyat. Misalnya, memperjuangkan sembako murah, sistem perekonomian kerakyatan—bukan ekonomi pasar yang selalu berpihak kepada pengusaha atau sistem ekonomi liberal—sistem birokrasi di berbagai lini kehidupan layanan masyarakat perlu dipersingkat. (5) G=Gagasan caleg/kandidat hendaknya dapat membangkitkan inspirasi atau semangat bagi aktivitas berbagai kalangan, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, ekonomi, keamanan, dan hukum. Gagasan tersebut dapat disampaikan melalui media berupa temu pers atau melalui tulisannya.sehingga, masyarakat dapat mengetahui apa saja imbauan terhadap pembangunan. Untuk memenuhi kriteria tersebut memiliki kompetensi yang tajam antar caleg. Keandalan yang dimiliki caleg menjadi alternatif pilihan. Namun, Sebaliknya bagi caleg yang tidak memilik potensi yang laik jual dalam kampanyenya sebaiknya tidak mencalonkan diri, tidak perlu baliho besar-besar atau berbagai kegiatan kampanye lainnya—sebab beaya yang dikeluarkan akan sia-sia—karena masyarakat pemilih tentunya akan memilih caleg yang berkualitas pada partai tertentu yang diperkirakan mampu memimpin bangsa masa depan. Tapi bagi caleg yang merasa memiliki kualitas plus, sebaiknya memperhatikan kiat-kiat kempanye yang berhasil merebut mangsa pemih. Kiat kampanye Ala Obama Menurut Roger Fisk (serambi, 5/3:5) ketua tim kampanye Obama mengatakan ada beberapa kiat yang harus dikuasai oleh para calon legislative (Caleg) dalam meraut mangsa pemilih. Pertama, saat kampanye perlu melibatkan/ kesertaan masyarakat daerah pilihan agar caleg dengan pemilih meresa dekat. Kedua, kandidat harus menyesuaikan materi dengan potensi masyarakat daerah pilihan. Ketiga, sebelum kandidat hadir di daerah pilihan, caleg sebaiknya mampu menyadarin publik dengan tentang kehadirannya dengan menyebarkan informasi yang luas atau mempopulasikan ke media tentang kehadirannya. Ke-empat, Tim suksesnya harus mengangap sama di setiap daerah perlu kehadirannya—tidak ada diskriminasi daerah tertentu. Kelima, di setiap daerah harus bisa memberi solusi dan menerima masukan kepada masyarakat pemilih. Keenam, kandidat caleg harus mampu memelihara hubungan antara ketiganya—caleg/kandidat, tim seksesi dan masyarakat pemilih—artinya harus dibangun hubungan komunikasi timbal balik, sehingga komunitas tersebut selalu terjalin hubungan emosional (rasa persaudaraan). Setiap caleg/kandidat sebaiknya orang yang selalu tampil di berbagai komunitas pemilih dengan berbagai cara—sebagai pengarah, motivator, penceramah, penasehat, penulis dan sejenisnya—sehingga buah pikirannya selalu di inggat dan terkenal bagi masyarakat. Untuk merealisasi kehadiranya di tengah-tengah masyarakat maka kualitas perannya dapat diuji. Peran caleg dalam berbagai kiprahnya patut menjadi perhatian sebagai solusi merebut daerah pilihan di alam demokrasi ini. Di samping itu, menerapakan kiat kampanye ala Obama menjadi masukan untuk diterapakan disamping menyesuaikan kondisi masyarakat, pengetahuan, letak geografis dan tingkat sosial pemilih. Namun, yang patut di waspadai adalah ada 'serangan pajar' melakukan black campain yaitu tindakan yang tidak persuasif melanggar aturan sportifitas kampanye. Bahwa komitmen menjadikan kampanye damai oleh semua peserta partai tidak akan terjadi saling menjelekkan satu sama lainnya, yang menag harus dijujung, yang kalah harus menunduk. Bila peran caleg dan kiat kampanye di atas menjadi alternatif bagi para caleg di berbagai partai politik, maka wajar masyarakat akan mencari dimana saja anda berada. Di samping itu, sikap harmonis dalam kampanye akan mengingatkan caleg terkenal di daerah pilihan atau sebaliknya, sehingga pantas dan patut di conteng. Semoga! _________ *Armanawi adalah Sekum Kobar GB Kota Lhokseumawe dan guru pada MAN Lhokseumawe.

0 Response to "Opini:MenjadiI Caleg Terkenal di Daerah Pilihan (Dimuat SKM Aspirasi Rakyat, edisi 9, (Maret 2009)"